Langsung ke konten utama

Materi Kitab Suci Kelas Persiapan Sakramen Penguatan


Silabus: "Menemukan Kristus dalam Sabda"

Tujuan: Membekali umat/peserta didik dengan kemampuan untuk membaca, memahami, dan mencintai Kitab Suci sebagai Sabda Allah yang hidup, sesuai dengan tradisi Gereja Katolik.

A.      Dasar-Dasar Kitab Suci (Pengenalan)

Fokus: Memahami apa itu Alkitab dan bagaimana Gereja memandangnya.

Alkitab/Kitab Suci menurut pandangan Gereja

o   Kitab Suci sebagai Inspirasi Ilahi: Bagaimana Allah bekerja melalui penulis manusia (Dei Verbum). Untuk mewahyukan Diri kepada manusia, Allah berbicara dalam kebaikan-Nya kepada manusia dengan bahasa manusiawi: "Sabda Allah yang diungkapkan dengan bahasa manusia, telah menyerupai pembicaraan manusiawi, seperti dahulu Sabda Bapa yang kekal, dengan Mengenakan daging kelemahan manusiawi, telah menjadi serupa dengan manusia" (DV 13). Sehingga dapat dikatakan bahwa kitab suci merupakan wahyu Allah yang disampaikan secara tertulis. Di dalam Kitab Suci, Gereja selalu mendapatkan makanannya dan kekuatannya Bdk. DV 24. karena di dalamnya ia tidak hanya menerima kata-kata manusiawi, tetapi apa yang sebenarnya Kitab Suci itu: Sabda Allah

Kanonisasi alkitab

o   Proses Kanonisasi kitab suci/alkitab: Sejarah terbentuknya daftar Kitab Suci. Allah adalah penyebab [auctor/aktor] Kitab Suci. "Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab Suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus". "Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus.

§  Kitab Perjanjian lama : 46 Kitab; Gereja Katolik menggunakan kanon Alexandria (Septuaginta/LXX), terjemahan Yunani yang memuat 7 kitab tambahan yang disebut Deuterokanonika (Tobit, Yudit, 1-2 Makabe, Kebijaksanaan Salomo, Sirakh, Barukh, serta tambahan pada Ester dan Daniel).

§  Kitab Perjanjian Baru : 27 kitab; sama dengan kanon Kristen manapun.

§  Proses Penetapan: Konsili Hippo (393), Kartago (397), Kartago (419), Florence, dan ditegaskan kembali secara dogmatis pada Konsili Trente (1545–1563) sebagai respons terhadap Reformasi Protestan

§  Perbedaan dengan alkitab protestan yang mendasar terletak pada jumlah kitab: Protestan: 66 kitab. Tidak memasukkan kitab-kitab Deuterokanonika (Apokrifa/ Umumnya ditulis dalam bahasa Yunani, Aram, atau Ibrani, sering kali dilestarikan dalam Septuaginta) dalam kanon utamanya. Katolik: 73 kitab (memuat 7 kitab tambahan di Perjanjian Lama: Tobit, Yudit, Baruch, Kebijaksanaan Salomo, Sirakh, 1&2 Makabe). Istilah "Apokrifa" berarti "tersembunyi," yang merujuk pada teks-teks yang tidak dimasukkan dalam kanon resmi atau diragukan keaslianny

    • Hubungan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja: Memahami bahwa iman Katolik bersumber pada Kitab Suci, Tradisi, dan Magisterium. Berkat bantuan Roh Kudus maka pengertian mengenai kenyataan, demikian juga formulasi dari pusaka iman dapat bertumbuh dalam kehidupan Gereja:
      • "Karena kaum beriman, yang menyimpannya dalam hati (lih. Luk 2:19,51), merenungkan serta mempelajarinya" (DV 8); terutama "hendaknya penelitian teologis berusaha mencapai pengertian yang mendalam tentang kebenaran-kebenaran yang diwahyukan" (GS 62,7) Bdk. GS 44,2; DV 23; 24; UR 4..
      • "atas dasar pemahaman yang lebih mendalam sekitar inti hal-hal rohani yang dialami" (DV 8); "kata-kata ilahi tumbuh bersama orang yang membacanya" (Gregorius Agung, hom. Ez. 1,7,8);
      • "atas dasar pewartaan mereka, yang berdasarkan pergantian dalam jabatan Uskup, menerima karisma kebenaran yang pasti" (DV 8).
      • "Maka jelaslah Tradisi Suci, Kitab Suci, dan Wewenang Mengajar Gereja, menurut rencana Allah yang maha bijaksana, saling berhubungan dan berpadu sedemikian rupa, sehingga yang satu tidak ada tanpa kedua lainnya dan semuanya bersama-sama, masing-masing dengan caranya sendiri, di bawah gerakan satu Roh Kudus, membantu secara berdaya guna bagi keselamatan jiwa-jiwa" (DV 10,3).
  • Output: Peserta memahami struktur Alkitab (73 Kitab) dan cara mencari ayat dengan benar.

B.       Perjanjian Lama – Janji Penyelamatan

Fokus: Menelusuri sejarah keselamatan sebelum kedatangan Kristus.

    • Pentateukh: Kisah Penciptaan, Kejatuhan, dan Perjanjian dengan para Bapa Bangsa (Abraham, Ishak, Yakub).
    • Eksodus: Pembebasan dari Mesir dan Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman moral.
    • Kitab Nabi-Nabi: Seruan pertobatan dan nubuat tentang Mesias yang akan datang.
    • Kitab Kebijaksanaan: Menemukan Tuhan dalam doa (Mazmur) dan hikmat hidup sehari-hari.
  • Output: Peserta mampu melihat "benang merah" janji Tuhan yang digenapi dalam Perjanjian Baru.

 

C.      Perjanjian Baru – Sang Sabda Menjadi Daging

Fokus: Mengenal Yesus Kristus sebagai pusat dari seluruh Alkitab.

    • Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas): Mengenal kemanusiaan Yesus dan tugas perutusan Yesus  untuk mewartakan Kerajaan Allah serta menyerukan pertobatan.
    • Injil Yohanes: Merenungkan keilahian Yesus (Sang Logos).
    • Kisah Para Rasul: Lahirnya Gereja perdana dan karya Roh Kudus.
    • Surat-Surat Paulus & Apostolik: Dasar-dasar teologi moral dan hidup menggereja.
  • Output: Peserta memiliki relasi personal yang lebih dalam dengan pribadi Yesus.

 

D.     Alkitab dalam kehidupan Kristen dan meng-Gereja

a.       Cara Membaca & Menafsirkan Alkitab

Fokus: Menghindari penafsiran liar dan memahami makna yang dalam.

o   Empat Makna Kitab Suci: Literal, Alegoris, Moral, dan Anagogis.

o   Konteks Sejarah & Budaya: Mengapa latar belakang zaman itu penting?

o   Kesesuaian Iman: Menafsirkan ayat dalam kesatuan dengan seluruh ajaran Gereja.

Output: Peserta tidak terjebak dalam fundamentalisme dan mampu menafsirkan ayat secara sehat.

b.       Alkitab dalam Kehidupan Rohani

Fokus: Menjadikan Firman sebagai kekuatan hidup.

o   Lectio Divina: Praktik doa dengan membaca, merenungkan, menyapa, dan memandang Allah melalui teks. Lectio, Meditatio, oratio dan Cotemplatio.

o   Alkitab dalam Liturgi: Memahami peran Kitab Suci dalam Perayaan Ekaristi (Liturgi Sabda).

o   Mewartakan Sabda: Bagaimana menjadi saksi Firman di keluarga dan tempat kerja.

Output: Peserta mampu menjadikan membaca Kitab Suci sebagai habitus (kebiasaan) harian.

 

 


Sitemap | About | Disclaimer |Contack Us
Copyright © 2023 Materi Kak Teyo | Powered by Theodorus EK