Yesus Hadir Dalam Ekaristi
Sasaran
- Peserta didik memahami makna dan hakikat Ekaristi sebagai sakramen Tubuh dan Darah Kristus.
- Peserta didik mampu mempersiapkan diri secara baik untuk menerima Komuni Kudus.
- Peserta didik dapat mengalami kehadiran Kristus dalam Ekaristi secara lebih mendalam.
Lagu Pengantar
Sakramen yang sungguh agung, mari kita muliakan, surut sudah hukum
lampau, tata baru tampilllah. Kar'na Ind'ra tidak mampu, iman jadi tumpuan.
Pembahasan Materi
"....Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" Mat 28:20
Bagaimana Yesus hadir bagi kita?
KGK 1373 ............ Dalam pelbagai cara Ia hadir di dalam Gereja-Nya Bdk. LG48.; di dalam Sabda-Nya, di dalam doa Gereja-Nya, "di dalam dua atau tiga orang yang berkumpul dalam nama-Ku" (Mat 18:20), dalam orang miskin, orang sakit, orang tahanan Bdk. Mat 25:31-46., dalam Sakramen-sakramen-Nya yang Ia ciptakan, dalam kurban misa, dan dalam pribadi orang yang melaksanakan pelayanan imami, "tetapi Ia hadir ... terutama dalam kedua rupa Ekaristi" (SC 7).
- "....Yesus hadir dalam Sabda-Nya..."
Dalam Liturgi Yesus hadir, setiap bacaan kitab suci dibacakan; lektor yang membacakan bacaan pertama, kedua dan ketika Imam membacakan Injil, menjadi sarana Yesus menyertai kita - hadir dalam gereja-Nya.
- "...Di dalam doa Gereja-Nya...."
Apakah doa Gereja-Nya itu? hal tersebut merujuk pada peribadatan resmi gereja; kita menyebutnya liturgi. juga dalam sakramentali dan terutama yang utama ada di kurban misa.
- "Di dalam dua atau tiga orang yang berkumpul dalam nama-Ku....."
Contohnya dalam ibadat lingkungan, didalamnya pasti terdapat dua atau tiga orang. doa keluarga pun- ayah-ibu-anak yang terdiri dari tiga orang atau lebih- Yesus hadir di sana.
- Dalam orang miskin, orang sakit, orang tahanan
"25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku"
Yesus pun hadir bagi kita, diluar dari doa-doa liturgi gereja, secara sosial/di dunia yang sangat sibuk ini Yesus hadir menunggu uluruan tangan kita. maka dari sinilah kita tahu, sebagai tolok ukur apakah kita benar-benar murid Yesus.
- Dalam Sakramen-sakramen-Nya yang Ia ciptakan
Dalam kekatolikan kita tahu bahwa ada 7 sakramen. maka dalam hal ini, kita yakin dan percaya bahwa Yesus sendirilah yang berkarya atasnya, Yesus hadir di sana. Sebagai contoh dalam pembaptisan, kita imani bahwa Yesus sendiri yang membaptis, dan seterusnya. dan diantara ke-7 sakramen yang paling tinggi dan paling kuat adalah Kurban misa.
[sisipan - Misa dalam aspek kurban -
Yesus menumpahkan darah-Nya hingga wafat di salib. Sedang dalam perayaan ekaristi tidak ada pengorbanan lagi, tetapi persembahan yang baru. Pengorbanan Yesus terjadi hanya sekali untuk selamanya, sehingga pengorbanan ini diwujudkan dalam bentuk sakramental yakni ekaristi. Ekaristi merupakan wujud persembahan baru atas Kristus Yesus yang telah mengorbankan diri di kayu salib, Ia yang telah menyelamatkan dan sekarang Ia memberikan buah-buah atas jasa pengorbanan-Nya.
Kurban Salib Kristus adalah sumber segala rahmat dan keselamatan, sedangkan kurban Ekaristi menerapkan/memberikan kepada kita, kuasa dan buah jasa pengorbanan Kristus itu. Ekaristi membawa Kurban Salib Kristus kepada kita umatnya, agar kita Bersatu dengan kurban salib
Kristus Yesus sendiri yang mempersembahkan kurban salib dan Ekaristi Kristus Yesus mempersembahan diri-Nya Melalui kita. Dengan mengubah persembahan kita menjadi Tubuh dan Darah-Nya, Kristus seolah-olah meletakkan Kurban-Nya yang sangat berharga itu ke dalam tangan kita, supaya kita dapat mempersembahkannya kepada Allah Bapa. Dengan demikian, Kristus “menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita” (Ibr 9:24). Dalam persembahan tersebut, kitapun diundang untuk untuk turut menggabungkan kurban kita, yaitu kurban persembahan hati dan diri kita kepada Allah. Demikianlah perayaan Ekaristi menjadi persembahan kurban seluruh Tubuh Mistik Kristus. Gereja mempersembahkan diri-Nya kepada Allah melalui Kristus dan bersama Kristus, Kepala kita dan Penyelamat kita.]
Maka dari sini kita tahu bahwa aspek terdalam dan tertinggi dalam misa adalah kurban. Maka setiap misa dirayakan, di keseluruhan kurban misa itulah kehadiran Yesus.
- Dalam pribadi orang yang melaksanakan pelayanan imami
Intinya adalah dalam setiap perayaan-perayaan iman oleh seseorang yang telah menerima imamat, entah itu diakon, imam atau uskup, disitulah ada kehadiran Yesus. "....berkat Sakramen Tahbisan, bertindak "atas nama Kristus, Kepala" [in persona Christi capitis] ..... "Inilah Imam yang sama, Yesus Kristus, yang pribadi kudus-Nya diwakili oleh pelayan yang dipanggil. Oleh tahbisan imam, ia menjadi serupa dengan Imam Agung; ia mempunyai wewenang, supaya bertindak dalam kekuatan dan sebagai pengganti pribadi Kristus sendiri [virtute ac persona ipsius Christi]" (Pius XII, Ens. "Mediator Dei"). ....." KGK 1548
- "Tetapi Ia hadir ... terutama dalam kedua rupa Ekaristi"
Kata ter-"utama" disini diartikan bahwa gereja katolik menyakini yang paling tinggi, paling unggul, paling agung diantara yang lain-lain, yakni dalam kedua rupa ekaristi. Maka roti dan anggur yang adalah tubuh dan darah Kristus itulah sungguh Kristus Yesus sendiri. Yesus sungguh hadir dalam kedua rupa ekaristi.
Maka dari yang utama inilah kita akan belajar mengenai perubahan hakikat roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus Yesus.
KGK 1374 Cara kehadiran Kristus dalam rupa Ekaristi bersifat khas. Kehadiran itu meninggikan Ekaristi di atas semua Sakramen, sehingga ia "seakan-akan sebagai penyempurnaan kehidupan rohani dan tujuan semua Sakramen" (Tomas Aqu., s.th. 3,73,3). Dalam Sakramen Ekaristi mahakudus, tercakuplah "dengan sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan ke-Allahan Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan demikian seluruh Kristus" (Konsili Trente: DS 1651). "Bukan secara eksklusif kehadiran ini disebut "real", seakan-akan yang lain tidak "real", melainkan secara komparatif ia diutamakan, karena ia bersifat substansial; karena di dalamnya hadirlah Kristus yang utuh, Allah dan manusia" ( MF 39).
- Kehadiran nyata
- "Dengan sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan ke-Allah-an Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan demikian seluruh Kristus"
- Apa itu dikonsekrasikan? kenapa dan bagaimana dari roti dan anggur bisa berubah menjadi tubuh dan darah Kristus?
TERIMALAH DAN MAKANLAH: INILAH TUBUHKU YANG DISERAHKAN BAGIMU.
Demikian pula, sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala. Sekali lagi Ia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
TERIMALAH DAN MINUMLAH: INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL. YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI UNTUK MENGENANGKAN DAKU."
Kesimpulan
- Kristus hadir dalam Bacaan, Liturgi, dalam diri sesama, dalam para imamnya dan dalam roti dan anggur
- Tubuh dan Darah Yesus Kristus benar-benar, nyata dan secara substansial hadir dalam Ekaristi.
- Kristus hadir dalam sakramen di Altar oleh perubahan dari seluruh substansi roti menjadi Tubuh-Nya dan seluruh substansi anggur menjadi Darah-Nya.
- Rupa roti dan anggur tetap berlangsung setelah perubahan substansi.
- Tubuh dan Darah Kristus bersama dengan Jiwa dan ke-Allahan-Nya, dan karena itu seluruh Kristus, sungguh hadir dalam Ekaristi.
- Ketika roti dan anggur yang telah dikonsekrasikan itu dibagikan, keseluruhan Kristus hadir di setiap bagian dari roti dan anggur itu.
- Setelah Konsekrasi, Tubuh dan Darah Kristus tetap ada/ hadir dalam Ekaristi.
- Penyembahan harus diberikan kepada Kristus yang hadir dalam Ekaristi.
- Materia dari perwujudan Ekaristi adalah roti dan anggur.
- Kuasa mengkonsekrasikan roti dan anggur hanya ada pada imam yang ditahbiskan secara sah.
Theodorus Eko Kriswanto

